Thursday, January 5, 2023

 

For a newer LCD Monitor design, the inverter board is joining together with the power board as shown in the above photo. Older LCD Monitor has the inverter board separated from the power board as shown below. 



There are four types of inverter designs (topologies) used in the LCD Monitors.


1.     Buck Royer inverter

2.     Push pull inverter (Direct Drive)

3.      Half bridge inverter and (Direct Drive)

4.      Full bridge inverter (Direct Drive)


Number 2, 3 and 4 are called Direct Drive because it eliminates the need for the inductor (buck choke) and resonant capacitors found in a conventional Royer Oscillator. In other words, Direct Drive architecture reduces component count, lower production cost and most importantly improved transformer designs that optimize performance.



In order to drive the Backlights (CCFL lamps) embedded in the panel module, an inverter circuit is required to convert the 12 volt DC up to hundreds or even a thousand plus AC voltage output. The inverter is formed by symmetric circuitry, in order to drive the separate lamp modules. The input stage (buck converter circuit) consists of Inverter IC (PWM IC), Buck P-channel FET, Buck Choke and Buck Diode. The Buck converter circuit converts a DC voltage to a lower DC voltage.


The other stage consists of a tuning capacitors, high voltage transformer, and push-pull transistor pair to boost ac output to hundreds of voltage.

The ballast capacitor controls current amplitude through the lamp negative impedance by dropping an approximately equal voltage across its positive impedance. The feedback circuit is for protection purposes and will shut down the inverter IC just in case if the high voltage produced by the high voltage transformer exceeded the normal value and also it can detect bad or a flicker backlights. The inverter IC also used to control the brightness of the CCFL lamps. The AC frequency of the high voltage transformer is typically run at 30 to 70 KHz. The higher the frequency, the greater is the light output.

Note: Some LCD Monitor design has the Buck type P-channel FET integrated into an IC thus in order to successfully testing them you can use the comparison method with another known good FET (comparing the ohms value between pins) or by using the Peak Atlas Analyzer test equipment. The IC can be in Dual in Line package or SMD type.


The switch mode power supply used to power up LCD Monitor can be either the external or internal type. The function of the power supply is to convert the main supply AC 230 volts into DC output voltages to supply to the necessary boards in LCD Monitor.

Schema

LCD Power Supply Board

230 Volts AC supply enters the power supply and to the bridge rectifier ac pins (normally is the 2nd and the 3rd leg). The AC supply is then converted into DC output voltage (about 300 VDC-in USA about 155 VDC) where the big filter capacitor filtered off the ripple so that the power supply will have a nice constant of DC voltage. This high voltage DC supply is then given to a switching power FET Transistor. This switching FET transistor circuit is switched on and off at a very high speed by a control circuit (power IC) which generates very high frequency square wave pulses.


The power FET and power IC (UC3842BThe switching FET transistor circuit switches the given high voltage DC, on and off at the same high frequency and gives square wave pulses as the output. These square wave pulses are then given to the primary winding of Switch Mode Power Transformer. These pulses induce a voltage at the primary winding of the transformer which will generate voltage at the secondary winding. This voltage at the secondary winding is then rectified and filtered to produce the required output.

The build in power supply have output of usually 12 volts and 5 volts where the 12 volts enters the inverter IC and also audio power amp IC.The 5 volts will go through one or two voltage regulators to get the 3.3 and 2.5 volts to power the Scalar IC, MCU, EEprom and even the LCD driver/controller board.


The power FET transistor already integrated into the power IC

Please take note that many latest designs of LCD Monitor power supply designs have the switching power FET transistor already integrated into the power IC thus you will not find the power FET in the power supply board.


Thursday, September 9, 2021

 

Ini adalah skema power supply atx computer merek Sunny, siapa tau cobat teknisi ada yang memerlukannya. Saya coba hidupkan kembali blog yang telah lama istirahat dikarenakan kesibukan, semoga bermanfaat.



Saturday, September 23, 2017

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.

Jenis-jenis Resistor gambar dan simbolnya dalam rangkaian diantaranya :

1. Resistor yang nilainya tetap.

2. Resistor yang nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.

3. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor

4. Resistor yang milainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient).



Jenis-jenis Dioda dan Pengertiannya – Dioda atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Diode adalah komponen elektronika yang dapat menghantarkan arus listrik ke satu arah saja. Jika arah arusnya terbalik, maka Dioda akan menghambat arus listrik tersebut. Karena sifatnya yang dapat menghantarkan arus listrik ke satu arah (forward bias) dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya (reverse bias), dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor ini sering digunakan sebagai penyearah bentuk gelombang (wave rectifier) dalam pencatu daya dan detektor radio.


Dioda juga sering digunakan pada rangkaian-rangkaian listrik dan elektronika yang memerlukan hasil “satu arah”. Bahan semikonduktor yang sering digunakan untuk membuat Dioda adalaah bahan Silikon (Si) dan bahan Germanium (Ge).

Pada awal penemuannya, perangkat yang menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat dari arah sebaliknya ini disebut dengan nama Rectifier atau Penyearah. Nama Dioda ini pertama kali diperkenalkan oleh William Henry Eccles pada tahun 1919. Istilah Dioda ini berasal dari kata “Di” yang artinya adalah “dua” dan kata “ode” yang artinya adalah “jalur”.


Jenis-jenis Dioda (Diode)

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan, Dioda kini telah memiliki banyak jenis dan masing-masing jenis memiliki fungsinya. Berikut dibawah ini adalah jenis-jenis Dioda dan penjelasan singkat pada jenis-jenis dioda tersebut.

1. Dioda Normal (Dioda PN Junction)

Dioda jenis ini merupakan dioda yang paling sering ditemui dalam rangkaian elektronika, terutama pada rangkaian pencatu daya (power supply) dan rangkaian frekuensi radio (RF). Dioda jenis ini disebut juga Dioda Normal (Normal Diode) karena merupakan dioda standar yang paling umum digunakan ataupun Dioda Penyearah (Rectifier Diode) karena biasanya digunakan sebagai penyearah pada Pencatu Daya. Dioda ini juga dikenal dengan nama PN Junction Diode.

2. Dioda Bridge (Bridge Diode)

Dioda Bridge pada dasarnya adalah Dioda yang terdiri dari 4 dioda normal yang umumnya digunakan sebagai penyearah gelombang penuh dalam rangkaian Pencatu Daya (Power Supply). Dengan menggunakan Dioda Bridge ini, kita tidak perlu lagi merangkai 4 buah dioda normal menjadi rangkaian penyearah tegangan AC ke tegangan DC karena telah dikemas oleh produsen menjadi 1 komponen saja. Dioda Bridge ini memiliki 4 kaki terminal yaitu 2 kaki terminal Input untuk masukan tegangan/arus bolak-balik (AC) dan 2 kaki terminal untuk Output Positif (+) dan Output Negatif (-).

3. Dioda Zener (Zener Diode)

Dioda Zener adalah jenis dioda yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik). Karakteristik Dioda Zener ini adalah dapat melewatkan arus listrik pada kondisi bias terbalik (reverse bias) apabila tegangan mencapai titik tegangan breakdown-nya.  Namun pada saat Forward bias (bias maju), Dioda Zener ini dapat menghantarkan arus listrik seperti Dioda normal pada umumnya. Dioda Zener dapat memberikan tegangan referensi yang stabil sehingga banyak digunakan sebagai pengatur tegangan (Voltage Regulator) pada pencatu daya (Power supply).

4. Dioda LED (Light Emitting Diode)

Dioda LED atau Light Emitting Diode merupakan jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju (Forward bias). LED ada yang berwarna merah, jingga, kuning, biru, hijau dan putih tergantung pada panjang gelombang (wavelength)  dan jenis senyawa semikonduktor yang digunakannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan aplikasi LED di lampu-lampu penerangan rumah maupun jalan raya, lampu indikator peralatan elektronik dan listrik, lampu dekorasi dan iklan serta backlight untuk TV LCD.

5. Dioda Foto (Photodiode)

Dioda Foto atau Photodiode adalah jenis Dioda yang dapat mengubah energi cahaya menjadi arus listrik. Dioda Foto ini sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi cahaya seperti pada sensor cahaya kamera, sensor penghitung kendaraan, scanner barcode dan peralatan medis. Dioda Foto ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu Dioda Photovoltaic  yang menghasilkan tegangan seperti sel surya dan Dioda Photoconductive yang tidak menghasilkan tegangan dan harus diberikan sumber tegangan lain untuk penggerak beban.

6. Dioda Laser (Laser Diode)

Dioda Laser atau Laser Diode adalah jenis dioda yang dapat menghasilkan radiasi atau cahaya koheren yang dapat dilihat oleh mata dan spektrum inframerah ketika dialiri arus listrik. Dioda Laser ini sering digunakan pada perangkat audio/video seperti Player DVD dan Blueray, Laser pointer, Scanner Barcode, Alat ukur jarak dan Printer laser. LASER pada dasarnya adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation.

7. Dioda Varactor (Varactor Diode)

Dioda Varactor atau kadang-kadang disebut juga dengan Dioda Varicap adalah jenis dioda yang memiliki sifat kapasitas yang berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikan. Dioda Varactor ini sering digunakan di rangkaian-rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi seperti osilator, TV Tuner dan Radio Tuner. Simbol Dioda Varactor atau Dioda Varicap ini dilambangkan dengan sebuah dioda yang ujungnya ditambahkan sebuah kapasitor.
8. Dioda Tunnel (Tunnel Diode)

Dioda Tunnel atau Dioda Terowongan adalah jenis dioda yang mampu beroperasi pada kecepatan yang sangat tinggi dan dapat berfungsi dengan baik pada gelombang mikro (Microwave). Dioda Tunnel ini biasanya digunakan di rangkaian pendeteksi frekuensi dan konverter. Dioda Tunner disebut juga dengan Dioda Esaki. Nama Esaki diambil dari nama penemu Dioda jenis ini.

9. Dioda Schottky (Schottky Diode)

Dioda Schottky merupakan jenis dioda dengan tegangan maju yang lebih rendah dari dioda normal pada umumnya. Pada arus rendah, tegangan jatuh bisa berkisar diantara 0,15V hingga 0,4V. tegangan ini lebih rendah dari dioda normal yang terbuat dari silikon yang memerlukan 0,6V. Dioda ini banyak digunakan pada aplikasi rectifier (penyearah), clamping dan juga aplikasi RF.

Popular Posts